Minggu, 31 Mei 2009

PTK Ekonomi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peningkatan mutu pendidikan merupakan isu sentral yang terus direncanakan oleh pemerintah. Pendidikan berkualitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar sumber daya unggul dapat dihasilkan. Harapannya, ke depan bangsa ini siap dengan pemimpin-pemimpin unggul dan berkualitas.

Untuk mewujudkan harapan tersebut berbagai cara telah ditempuh pemerintah di bidang pendidikan . Mulai kurikulum hingga program peningkatan mutu pendidikan yang lebih dikenal dengan sertifikasi guru.

Sekolahpun sebagai lembaga yang bertanggung jawab penuh dengan output yang dihasilkannya berlomba-lomba untuk meningkatkan mutu pendidikan mulai dari menata menejemen sekolah, mendatangkan intruktur yang memberikan pelatihan kepada tenaga pendidik, melakukan penyaringan yang ketat terhadap peserta didik, dan menawarkan fasilitas lain yang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Namun untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan oleh pemerintah menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas

bukanlah upaya yang mudah untuk merealisasikan. Karena kenyataan di lapangan banyak kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mendidik dan mengajar siswa di sekolah seperti siswa tidak punya motivasi belajar, siswa banyak yang mengantuk saat proses belajar mengajar berlangsung, siswa banyak yang berbicara dengan temannya ketika dijelaskan materi pelajaran, dan siswa ada yang cuek semaunya sendiri.

Apalagi untuk pelajaran ekonomi dimana waktu berlangsungnya proses pembelajaran siang hari, siswa sudah lelah, siswa dalam kondisi sudah lapar, dan metode yang kurang cocok dengan situasi di siang hari.

Ilmu ekonomi memang bukan termasuk mata pelajaran favorit bagi sebagian siswa klas X 1. Hal ini disebabkan 80 % siswa di kelas ini akan masuk jurusan IPA. Sebagai akibatnya nilai yang diperoleh oleh siswa ketika ulangan harian 45% nilainya di bawah standar yang ditetapkan yakni dengan nilai minimal harus 74.

Namun bukanlah guru yang baik jika hanya membiarkan kondisi itu berlalu begitu saja. Guru harus mengubah pandangan siswa bahwa semua ilmu pengetahuan penting bagi mereka, guru harus mencari metode yang tepat bagi siswa klas X 1 sehingga siswa tertarik untuk mempelajari ilmu ekonomi walaupun di klas XI dan XII nantinya siswa tersebut tidak akan bertemu kembali dengan pelajaran ekonomi. Mengajar bukan semata persoalan menceritakan. Belajar bukanlah konsekuensi otomatis dari perenungan informasi ke dalam benak siswa. Belajar memerlukan keterlibatan mental dan pengamatan siswa sendiri. Penjelasan semata tidak akan membuahkan hasil belajar yang langgeng. Yang mampu membuahkan hasil belajar yang langgeng hanyalah kegiatan belajar aktif.

Menurut KTSP dalam pembelajaran ekonomi disarankan menggunakan metode yang sesuai dengan karakteristik konteks ekonomi. Metode, pendekatan, model pembelajaran yang digunakan sebaiknya siswa mengkonsumsi sendiri pengetahuannya dan guru lebih berperan sebagai fasilitator bukan sumber informasi utama.

Untuk mempelajari sesuatu dengan baik, siswa perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan menghubungkan apa yang diperolehnya dengan kenyataan. Bukan hanya itu siswa perlu menggambarkan sesuatu dengan caranya sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkannya, dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang harus mereka dapatkan.

Salah satu metode untuk membangkitkan apa yang siswa pelajari dalam satu semester proses belajar mengajar adalah metode pembelajaran bagaimana menjadikan belajar tidak terlupakan. Metode ini adalah untuk membantu siswa dalam mengingat materi pelajaran yang telah diterima selama ini.

Dengan kenyataan tersebut diatas, maka dalam penelitian ini diambil judul ”Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ekonomi Kelas X 1 MAN Sidoarjo melalui Metode Cooperative Learning Model Jigsaw”.

1.2 Pembatasan Masalah

Karena keterbatasan waktu, maka diperlukan pembatasan masalah yang meliputi :

a. Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas X 1 MAN Sidoarjo.

b. Penelitian ini dilaksanakan pada Semester Genap (dua) tahun pelajaran 2008/2009 tepatnya pada bulan Maret 2008.

c. Materi yang disampaikan Pendapatan Nasional.

d. Metode yang digunakan adalah metode cooperative learning model jigsaw.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya sebagai berikut :

a. Bagaimanakah keefektifan metode cooperative learning model jigsaw -pada pembelajaran pendapatan nasional mata pelajaran ekonomi di kelas X 1 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2008/2009?

b. Kendala apa yang dihadapi guru dan siswa dalam penerapan metode cooperative learning model jigsaw pada materi pendapatan nasional di kelas X 1 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2008/2009 ?

c. Bagaimana prestasi belajar siswa setelah penerapan metode cooperative learning model jigsaw pada materi pendapatan nasional di kelas X 1 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2008/2009 ?

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah :

  1. Mengetahui keefektifan penerapan metode cooperative learning model jigsaw pada materi pendapatan nasional mata pelajaran ekonomi di kelas X 1 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2008/2009.
  2. Mengetahui kendala yang dihadapi guru dan siswa dalam penerapan metode cooperative learning model jigsaw pada materi pendapatan nasional di kelas X 1 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2008/2009.
  3. Mengetahui prestasi belajar siswa kelas X 1 MAN Sidoarjo tahun pelajaran 2008/2009 mata pelajaran ekonomi materi pendapatan nasional setelah adanya penerapan metode cooperative learning model jigsaw.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut :

  1. Bagi guru :

1. Memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya.

2. Meningkatkan kompetensi pendidik dalam mengatasi masalah pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.

3. Melatih guru untuk membuat karya ilmiah dalam bentuk penelitian tindakan kelas.

b. Bagi siswa : Meningkatkan hasil belajar siswa.

c. Bagi sekolah : Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

1.6 Hipotesis Tindakan

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka hipotesisnya adalah sebagai berikut :

  1. Metode cooperative learning efektif diterapkan untuk pembelajaran dengan materi pendapatan nasional karena metode ini menuntut siswa untuk aktif bekerja sama dengan kelompoknya dibimbing guru untuk memahami materi pendapatan nasional.
  2. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam menerapkan metode cooperative learning adalah mencari media yang tepat untuk materi pendapatan nasional, sedangkan kendala bagi siswa adalah kurang - adanya kekompakkan dan kerja sama antar anggota dalam satu kelompok sehingga guru harus betul-betul memantau kegiatan pembelajaran agar pemahaman terhadap materi pelajaran tercapai.
  3. Prestasi belajar siswa setelah adanya penerapan metode cooperative learning menunjukkan hasil yang cukup baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar